Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2018

KARENA VESPA AYAH 'AKU DAN DIA DIPERTEMUKAN'


karya :Icha yulia putri

brum.. Mati lagi,ku coba gas lagi motor vespa ku ini
Brum...Pum pum ahhh knpa jga belum bisa
akhirnya ku keluarkan jurus ku,yaitu mengelus-ngelus kepala ni motor sambil bilang "hidup dong sayanggggg"
Ku coba gas sekali lagi dan Brum...brummm akhirnya hidup juga,ayo sayang kita berangkat.

Sekitar 23 menit...
Sudah sampai,kamu pasti kangen kan dengan temen-temen vespa mu yang lain,nah peluk-pelukkan aja dulu ama temen vespa mu,aku mau ketemu tuan pemilik temen kamu,jaga diri baik-baik ya sayang hihihihi "udah gila gw ngomong ama vespa sendiri"

"Hai bro???"
"Eh ada yang datang ni"
"Ya Ton maaf ya gw baru bisa datang sekarang"
"Ya gak pa pa,oya apa lo masih ngejar si Cika itu"
Aku tertawa simpul mendengar pertanyaan teman ku itu "iya"
"Hmmm gw heran ama lu,udah ditolak mentah-mentah tapi tetep aja ngejar"
"Ya gimana lagi Ton,gw terlalu cinta ama tu Cika"
"terserah lo aja lah,oya udah lama kita gak jalan-jalan pake motor vespa kita masing-masing"
"Iya Ton vespa gw juga kangen ama lo"
"Hahhaah yang bener?"
"Iya,gimana kalo sekarang aja kita jalannya?"
"Ok,gw boleh kencan ama vespa lo gak Ndi?"
Kami benar-benar seperti orang hilang akal sehat jika sudah menyangkut motor kami.Kami pun melintasi jalan raya padang dan terhenti di Pantai Pirus,kami pun menikmati makanan di tepi pantainya yaitu Pensi sejenis kerang yang dimasak rasanya begitu nikmat dan harganya tidak terlalu mahal bagi kami si pemakai motor Vespa ini yang hidup dalam kesderhanaan.
Setelah awan sudah mulai gelap kami pun melanjuti perjalanan kami yaitu tempat rumah masing-masing.
Hari ini membuat pikiranku terhadap Cika menghilang,aku begitu patah hati karena penolakannya yang ke 16 kalinya yang berarti sudah 16 kali aku mengungkapkan perasaanku padanya.Aku tidak tau kenapa dia menolakku setiap aku bertanya apa alasannya dia selalu menjawab tidak tahu tapi aku yakin dari sorotan matanya jika dia menolakku seperti terpaksa,tapi ntah apa yang mebuatnya terpaksa,hanya itu yang ingin aku ketahui.


Di esokkan harinya Semua pertanyaanku terjawab sudah yang langsung dijawab oleh wanita yang ku cintai "Cika"
kata-katanya menembus jantungku bagaikan panah yang telah tertancap di jantungku ini,waktu itu aku beranikan diri untuk bertanya padanya,untunglah kami ada kelas yang sama,saat pembelajaran selesai aku langsung duduk disampingnya.Tersontak dia kaget dan berdiri,ku paksa dia tuk duduk kembali
"Aku cuma pengen bertanya satu hal untukmu tak kan lama,jadi duduklah"
"Hmm ya sudahlah tapi jangan lama-lama"
"iya,begini aku mau tanya kenapa kamu selalu menolakku?" Ku tatap matanya kulihat matanya bergerak ke kiri ke kanan seperti ingin mencari alasan
"Ku mohon jawablah yang jujur"
"Baiklah aku akan jujur,aku menolakmu karna...karna"
"Karna apa"
"Karna...karna kamu miskin pake motor tua kayak gitu,gw gak suka cowok yang nilai style nya itu rendah"
Kata-kata itulah yang menembus jantungku dan mataku mulai memerah karena mendengar jawaban dari wanita yang ku sukai,aku pun berdiri dan melangkah pergi dari Cika,aku tidak bisa berkata-kata lagi karena aku terasa sudah kritis.

Tak tahu apa yang harus aku lakukan,ntah kenapa saat aku melihat Vespa ku dan suara Cika mengiang-ngiang di kepalaku "pake motor tua kayak gituuuuu" suara Cika membuat ku tersontak menendang Vespa pemberian ayahku ini,aku terlalu gila karena Cika,aku yang banyak pikiran langsung saja bawa motor Vespa ini ke Sorum motor,yaaaa aku akan menjualnya dan menggantikannya dengan motor yang lebih baik untuk dipandang Cika,walaupun harga motor yang ingin ku beli harganya besar dari motor Vespa yang ku jual,dan aku harus merogoh uang tabunganku supaya cukup untuk membeli motor yang ingin aku beli.
Saat aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan aku langsung pergi kerumah Cika untuk memperlihatkan motor yang baru ku beli
Tok...tok..tok Cika
"Siapa"
"Ini aku Andi"
"Untuk apa kamu datang kesini" dengan nada yang agak kesal
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu"
"Apa...apa itu" sambil membuka pintu
"Surprise" dengan senyuman yang mengembang
"ooooh ini yang ingin kamu tunjukkan" dengan nada sombong
"Iya,kok kamu gak senang,aku rela mati-matian menjual Vespa pemberian ayahku itu demi membeli motor yang layak untuk membawamu kemana saja yang ingin kamu tuju"
"Kasihan kamu Ndi,kamu sih budek banget kan aku udah bilang alasan kenapa aku gak nerima kamu karena kamu itu miskin,kamu lupa dengan jawaban pertama yang aku katakan padamu"
Aku benar-benar terkejut dan lagi-lagi jantungku tertancap panah yang kedua kalinya
"Tapi tak bisa kah kamu mengerti aku sekali ini,aku sekarang memang miskin tapi besok aku akan menjadi orang sukses,percayalah padaku"
Dia menggelengkan kepalanya "aku benar-benar iba melihatmu tapi bagaimana lagi kamu itu miskin padahal kamu lumayan handsome,ya sudahlah mungkin aku bukan yang terbaik untukmu lebih baik kamu mencari wanita yang mau menerima kemiskinanmu"dengan senyuman sombongnya dan langsung menutup pintu.
Sekarang yang melihat kesedihanku hanyalah sebuah pintu yang diam membisu tak bicara tak bergerak karena dia hanyalah sebuah benda mati yang tak bisa melihat dan merasakan kepedihan ku karena dia bukan manusia.

Aku pun kembali kerumah dengan wajah yang penuh prihatin
Suara ibu mengejutkan ku "kenapa kamu nak?"
"tidak kenapa-napa bu" dengan suara yang agak parau
"Oya itu motor siapa?" Sambil menunjuk motor baruku
"Aaaa itu motor temenku bu"
"Lalu motor ayah?"
"Tukar dengan motor ini bu cuman satu hari kok bu"
"Ooh gitu,ingat ya Ndi jaga terus pemberian ayahmu yang terakhir itu"
Kata-kata ibu membuatku merasa bersalah karena menjual pemberian terakhir ayah,aku lagi-lagi sedih dengan hal itu,apakah hanya aku laki-laki di dunia ini yang merasakan kepedihan ini,kalaupun ada mudah-mudahan saja mereka tidak putus asa dan mengakhlri hidup mereka....

Aku merenung tak menentu dan aku teringat aaaa...Vespaku,dengan sigap ku keluar dan melajukan motorku dengan kecepatan tinggi sampai-sampai aku hampir tertabrak oleh sebuah mobil
Srrrrrrrrttttt...
terdengar suara bapak-bapak dari mobil tersebut
"heiiii kalo bawa motor jangan ngebut-ngebut"
"Maaf pak maaf"
"Dasar anak muda sekarang"
Tak ku hiraukan perkataan terakhir bapak itu langsung ku gas lagi motorku dan akhirnya terhenti di Sorum tempat ku menjual motor Vespa ayah.
"Ada yang ingin saya bantu"
"A...apa masih ada motor Vespa yang saya jual tadi pagi pak"
"Oooh motor itu,sudah kejual dek"
"Siapa yang beli pak"
"Bapak gak ingat namanya tapi dia seorang wanita"
"Mmm..ya sudah pak" dengan suara penuh kekecewaan

Bukan itu yang ingin aku ketahui tapi sekurang-kurangnya aku tahu nama orang yang membeli motor vespa ku,bagaimana cara aku mencari vespaku....

Sudah satu minggu aku mencarinya,ibu pun sudah tahu bahwa aku telah menjual vespa ayah,ibu begitu kecewa denganku dan tak bicara lagi padaku.
Disaat aku mulai putus asa untuk mencari aku pun menghentikan motorku dan memakirkannya di tempat parkir di dekat jalan, aku pun berjalan meninggalkan motorku dipakiran,setelah pikiranku agak jernih aku pun kembali ditempat pakiran tadi.
Aku begitu terkejut melihat motor yang dipakirkan disebelah motorku yaaaaa tidak salah itu vespa ku vespa ayah dengan plot nomor yang sama yaitu BA2121.
Aku memegang vespaku ini aku periksa dari kepala sampai ekornya,alhamdulillah tak ada gores sama sekali,sekarang aku hanya harus menunggu pemilik vespaku ini,sambil duduk divespa.

Suara wanita menhentikan penantianku
"Maaf permisi saya mau pergi"
"Ohhh iya" dan berdiri
Kulihat wanita itu begitu cantik dangan jilbab yang berwarna biru laut membuat wajahnya begitu sangat cantik,aku terpesona melihatnya,lamunan ku terhenti disaat motor vespa dihidupkan
Tiba-tiba saja vespanya mati
"Maaf nona boleh kah saya menolong nona"
"Hmmm silahkan" walau wanita ini sebenarnya agak ragu
Aku pun kembali mengeluarkan jurusku mengelus dan berkata "hidup dong sayang"
Wanita berjilbab ini tertawa dengan kejadian itu,aku pun tersenyum melihat gadis itu tertawa.
"Itulah cara menghidupkannya nona"
"Kok bisa begitu"
"Karena selama saya memakainya selalu begitu cara menghidupkannya"
Wanita itu diam sejenak dan mulai bicara "memakainya,apakah ini dulunya motor kakak"
"Iya.. nona bolehkah saya meminta vespa ini kembali" dengan wajah yang begitu serius
"Bagaimana ya kak,saya sudah mebelinya dan"
aku pun menghentikan perkataan gadis ini
"Saya mohon,vespa ini adalah pemberian terakhir ayah saya,dan ibu saya begitu menyayangi vespa ini saya memang salah karena begitu bodoh menjualnya hanya karena seorang wanita,saya tahu ini hanya sebuah motor tapi ini sangat berharga bagi saya dan ibu"  sambil menahan tangis
wanita ini berbicara dalam hatinya "hmmm baru kali ini aku melihat laki-laki seperti ini"

"Aku mohon nona"  sambil bersujud
"Jangan membuatku merasa bersalah kak,iya aku relakan motor ku ini untuk kakak"
Dengan senyuman yang tak bisa digambarkan sekarang aku begitu bahagia "terimakasih dek,pakailah motor kakak ini"sambil memberikan sebuah kunci
"Tapi saya tidak bisa kak karena harga vespa ini tak sebanding dengan harga motor kakak"
"Itu tidak penting dek anggap saja hadiah dari kakak buat kebaikan adek"
"Ya sudah kak,terimakasih ya kak" sambil tersenyum
"Oya nama adek siapa"
"Lina kak,kalo kakak?"
"nama kakak, Andi"

Dari situlah kami tukar motor
kemudian tukar nomor hp
dan kemudian tukar perasaan.
Kami pun mulai berhubungan serius dan akhirnya berujung pernikahan,kami mengambil foto prewedd kami yaitu menaiki motor vespa ayah bukan menaiki mobil mewah.
Aku sangat mencintai Lina karena dia menyukai vespa sama spertiku dan juga menyukai kesederhanaan.Kehidupan kami tak luput dari kesederhanaan walaupun aku telah sukses dan menghasilkan banyak uang.
Aku dan Lina tetap memakai vespa sebagai alat transportasi malam untuk kami jalan-jalan menghirup udara malam,dan melihat pemandangan malam.

#The End#


Share:

Senin, 08 Januari 2018

ANTARA DUA HATI TAPI SATU CINTA






Karya : IYP


Sudah setahun lebih lamanya aku mengenal mereka,mereka adalah laki-laki yang membuat hati dan pikiranku campur aduk…

Mereka membuat aku bingung seperti angin yang menerbangkan daun dan daun tidak tahu ia d bawa kemana oleh sepoian angin..

Inilah aku seorang wanita yang bingung akan hal cinta..

Dua laki-laki,satu bernama Odi satu lagi bernama Ikris. Mereka mempunyai sifat yang berbeda. Odi adalah laki-laki yang menurut wanita,Odi laki-laki yang menarik,sholeh,tapi cuek. Lain lagi Ikris,dia laki-laki yang menurut wanita biasa saja tidak begitu tampan tapi manis karna ia memilki dua lesung pipi kalo tersenyum,dia baik,perhatian,mengerti tentang aku tapi dia agak malas kalo untuk sholat.

Kesamaan dari mereka Cuma satu,mereka adalah laki-laki yang ku kenal di media social.



Odi,laki-laki yang ku kenali pada bulan april 2016…. Dia di bawah aku satu tahun,tapi yang membuat aku suka denganya karena ia taat pada agama,setiap sholat ia selalu mengngatkan kadang dia ngasih perhatian tapi dengan logat cueknya,kami mempunyai nama kesayangan masing-masing (menurut akunya).yang membuat aku bahagia kalo chatingan, di saat dia ngirim voice note kalo dia mau pergi. Aku gak tahu dia suka atau tidak,tapi aku selalu baper kalo dia mulai manggil sayang apalagi ngasih perhatian. Aku gak tahu chatingan aku sama dia selama ini hanya sekedar teman di media social atau lebih. Karena ia adalah laki-laki yang memiliki banyak fans :D. waktu itu aku masih sibuk pendaftaran untuk kuliah setiap aku tes ataupun kelulusan ku di universitas aku selalu memberinya kabar.sampai aku pun kuliah dia masih sekolah. Memang aneh jika aku merasakan sesuatu harapan yang berlebihan tapi aku rasa dia juga ada something (masih ragu sih). Dia tidak pernah menanyakan tentang keluargaku dia hanya menanyakan lagi apa,dimana,udah sholat,udah makan,yang semua pertanyaannya hanya tertuju padaku,ntah Cuma sekedar basa-basi dalam chat ntah apa. Disini letak sedihnya aku seperti pesawat yang sayapnya sudah rusak sebelah alias tidak terkendali antara jatuh ke darat atau ke laut yang intinya sama-sama jatuh.Tapi setelah dia lulus lalu mencoba untuk masuk ke polisian setiap tes dia ngasih kabar,dan disini aku terasa terbang lagi dan lagi dan saat dia lulus sampai sekarang ia tidak memberi kabar sedikitpun dan akhirnya aku jatuh lagi.

Tapi disaat aku selalu jatuh oleh Odi. Ikris selalu buat aku bangun,dia laki-laki yang selalu memberiku semangat,perhatian. Ikris laki-laki yang membuat aku nyaman karena dia lebih dewasa dari padaku,dia selalu ngasih keseriusan tapi akunya yang belum mau ngasih status sampai sekarang. Tapi dia selalu sabar untuk menunggu walaupun kadang dia juga capek. Dia kadang ngangenin,dia laki-laki yang baik yang bikin nyesel kalo gak dipertahanin tapi dia juga ngeselin yang setiap ditanya sholat pasti bilangnya nanti.

Antara dua laki-laki inilah yang membuat aku ragu,antara menunggu Odi atau menerima hati Ikris yang sudah lama menunggu akan kepastian.

Odi adalah laki-laki yang membuatku menangis kalo mengingat tentangnya. Ikris adalah laki-laki yang jika ia tidak ada membuatku untuk terus bertanya dimana dia (alias kehilangan).

Inilah aku wanita jahat

Yang  merindukan laki-laki

Dan mempertanyakan keberadaan laki-laki lain

Di sisi lain aku ingin rasa ku terbalaskan

Dan disisi lain aku takut untuk kehilangan

Andaikan seseorang yang membuat aku menangis

Dan memberikan jawaban

Mungkin aku akan  mengikhlaskan

Tapi jika ia memberikan jawaban penolakan

Mungkin aku akan kecewa

Dan mungkin terasa berat menerima laki-laki

Yang menunggu jawabanku

Karena aku merasa aku wanita

Yang terlalu jahat

Setelah ditolak lak-laki

Aku menerima laki-laki lain

Lebih baik tidak sama sekali….



Aku memutuskan untuk diam,diam dari pada memlih antara dua hati yang sulit untuk ku pilih karena aku takut ada penyesalan di balik pilhanku.Dan aku teringat bahwa lebih baik sendiri sampai kehalalan datang dari pada mencintai dan mengharapkan seseorang. Lebih baik melepaskan kalo jodoh tidak akan kemana kan. Lebih baik memperbaiki diri menjadi lebih baik karena kalo aku baik,InsyaAllah jodoh yang akan dating nantinya juga akan baik. Aku teringat satu ayat ini “"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)....". (Qs. An Nur ayat 26). So baiki diri menjadi perempuan yang baik,ngapain harus milih antara dia atau dia,cukup pilih satu cinta yaitu sang pencipta,pencipta sang mahkluk Allah SWT.



The End…..
Share:

MA FI QALBI GHAIRULLAH


Karya : Icha Yulia Putri

Ini cerita singkatku yang ku alami sejak remaja….
Yaitu sejak dimana kita mulai membahas kata  cinta  yang sebenarnya cinta itu hanyalah sebuah kata-kata kecuali jika kita sudah menikah barulah kita bisa mengenal artian cinta yang sebenarnya.
Nama aku Najwa aku orangnya…….hmm
Sifat aku dapat dilihan dari dua pandangan satu pandangan aku sendiri dan kedua pandangan orang lain yaitu teman-teman aku. Kalian mau denger yang mana…hehehe
Okay yang kedua aja kali ya,soalnya kalo yang kesatu itu biasanya pamer diri sendiri aja  gak tau benar atau gaknya
Teman-teman aku bilang,aku orangnya humoris,baik terus perhatian,aku gak tau juga sih benar atau gaknya itu sifat baik aku kalo sifat buruk aku hehehe …aku sedikit berisik alias suka ngomong.
Karena sifat baik yang aku miliki sehingga ada beberapa laki-laki yang ngungkapin perasaannya ke aku “kata temen aku sih “ :D aku gak tau kok ada aja  gitu padahal aku perempuan yang biasa saja tidak begitu cantik  tapi terlalu pahit untuk dilupakan,kwkkwkw.
Okay sekarang serius,aku akan ceritakan semuanya siapa saja yang ngungkapin perasaannya secara singkat kalo terlalu panjang nanti bisa jadi novel. :D
Cinta di usia remaja…
Itu hanya sebuah ilusi yang tak ada wujudnya
Karena kita masih mengejar waktu di masa depan
Masih panjang perjalan yang harus kita lalui
Bahkan akan ada lika liku dalam perjalanan hidup
Cinta di usia remaja
Kamu yakin akan bertahan lama
Dan kalopun bertahan lama
Apa tidak ada yang akan terjadi
Yang akhirnya ada penyesalan dan kesengsaraan
Khususnya bagi kaum hawa
Cinta di usia remaja??
Sungguh Saya tak mengerti

Sebuah pesan yang ku dapati saat itu “Assalamu’alaikum Najwa lagi apa sekarang” namanya tertulis di layar handphoneku yaitu Hamdi.
Hamdi adalah laki-laki yang ku kenal sejak kelas 1 SMP sekarang kami sudah kelas 3 SMP,dia adalah salah satu laki-laki yang akrab denganku bisa dibilang teman dekat karena kami sering ngobrol,bermain basket,bahkan tukar-tukar cerita,jadi jikapun dia nge-sms aku,aku biasa membalasnya tapi saat itu adalah hari dimana aku memutuskan untuk tidak membalas sms darinya sejak……
Hari dimana dia ngungakpin perasaannya lewat via sms “Najwa…,jujur Hamdi suka sama Najwa selama ini,Najwaa orangnya baik,lucu,perhatian,manis,pokoknya semua yang ada diri Najwa,Hamdi suka” ungkapnya.
“lalu” jawabku.
“Najwa mau gak jadi pacar Hamdi” .
Aku tersontak kaget dia yang aku anggap sebagai teman dekat malah menyukaiku bahkan ngungkapin perasaannya pada umur segini,hmm aku masih berumur 15 tahun masih polos,masih anak manja,masih pengen nikmati masa remajaku dengan teman-teman. Jadi akupun menolaknya tentunya dengan penolakan yang baik.
“maaf  ya Hamdi,bukan maksud untuk nyakitin tapi Najwa masih belum mau pacaran masih focus sama sekolah dulu mungkin pas SMA pikiran Najwaa berubah,maaf ya…makasih udah cinta sama Najwa” balasku
“hmm ya gak apa-apa kok Najwa,makasih ya”
Memang setiap penolakanku meninggalkan bekas luka untuk mereka yang mencintaiku.
Tidak hanya pas 3 SMP aja akunya ditembak tapi pas aku kelas 1 SMP… yaaa masih lewat sms
“gw suka sama lo,lo mau gak jadi pacar gw” smsnya langsung gitu gak ada basa basinya padahal orangnya pemalu banget yang setiap ujian duduknya selalu disamping aku,bukan maksudnya dia pengen banget duduk disamping aku sih itu karena nama kami awalannya sama aku Najwa dia Nino,aku absen no 17 dia 18 makanya jadi deket gitu duduknya. Setiap ujian kami tukar-tukar jawaban dia pintar dalam bidang agama sedangkan aku pintar dibidang bahasa Indonesia jadi kami saling tukar jawaban,tapi aku kecewa sama dia karena smsnya gak sesuai sama sifatnya di sekolah. Jadi aku berpikir positif aja waktu itu,kalo dia sms kayak gitu untuk becandaan gitu jadi aku jawabnya gini “maaf ya kita masih putih biru lho bukan putih abu-abu,hehehe” jawabku.
Dan akhirnya dia jawab  gini “ hehehe becanda aja kok Najwa,jangan masukin kedalam hati ya”
Aku yakin balasan dia itu hanya menghilangkan rasa malunya karena di tolak,hmm maaf ya yang udah aku tolak. J
Nah sekarang kita berlanjut ke masa aku udah masuk senior high school,aku sekolah di Madrasah Aliyyah,untuk menambah ilmu agamaku dan memperbaiki sesuatu yang tidak baik dalam diriku,inilah aku yang lebih mengenal Allah dan tentunya lebih di sayangi oleh sahabat-sahabatku.
Jika cinta tak hanya datang karena nafsu
Maka cinta datang dari rasa kagum
Akan kepintaran seseorang
Yang dengan lihai bermain kata
Sehingga kalimat yang dihasilkan
Menjadi logic dan dapat diterima
Oleh orang-orang di sekitarnya.
Inilah aku siswi madrasah yang cukup dikenal karena kepintaran dan kemampuanku,aku adalah siswi yang pandai berpidato yang memiliki suara yang dapat menghipnotis para pendengar untuk selalu mendengarkan dakwahan yang aku berikan. Karena keseringan berpidato seorang senior tiba-tiba mendekatiku walau dari sms dulu,smsnya penuh dengan kata-kata mengagumi akan aku,padahal yang patut dikagumi-kagumi hanyalah sang pencita. Dan pada akhirnya dia mengungkapkan perasaanya dan aku menolak lagi.
Karena aku sering menolak laki-laki yang mendekatiku,aku pun sempat membuat sahabat aku kesal dan mereka pun menjelaskan bahwa pacaran itu menyenangkan,kita diantar jemput,dperhatiin,disayang dikasih kejutan…yaaa itulah kata sahabat aku. Karena aku penasaran iya atau tidaknya menyenangkan,dan akhirnya aku menerima isi hati seseorang yang bedasekolah denganku,alas an aku menerima dia: 1.dia berbeda sekolah denganku karena aku takut gak bisa focus akan pelajaran disekolah jika satu sekolah,2.pengen coba-coba pacaran. Dan hasilnya nihil aku merasa pacaran itu hanyalah kesalahan yang tidak seharusnya dilakukan walaupun aku pacaran dengan dia hanya sekedar antar jemput,smsan dan telfonan aja tidak pernah ngelakuin hal negative bahkan tidak pernah megang tangan sama sekali.
Mulut mengoceh tak karuan
Membahas tentang cinta yang tak masuk di akal
Tapi mencoba-coba
Apa itu pacaran
Dan apa yang terjadi penyesalan bukan
Tapi penyesalan hanya bertahan sementara saat salah satu temanku mengenalkan seorang laki-laki denganku,namanya Figo kami chatingan terus sampai satu bulan dan akhirnya ketemuan salaman saling mengenalkan nama dan malamnya kami jadian,bodoh memang tapi kalo udah mencoba sekali pacaran maka pasti pengen coba lagi. Aku buta karena kata cintanya sampai-sampai aku merasa aku jauh dengan Allah,mungkin Allah memberikan aku hidayah yaitu aku dan Figo ternyata memiliki ikatan keluarga yang haram hukumnya jika pacaran apalagi nikah. Kami pun putus aku pun kembali pada sang pencipta memohon ampun dan mendekat diri kepadanya.
Saat bahagia kau lupa
Saat sedih kau ingat
Saat jatuh kau meminta untuk ditolong
Maumu apa??
Sekarang mengingat Allah
Kemaren kamu kemana

Yaaa aku salah aku hanya mengingat Allah disaat sedih,disaat aku jatuh dan lupa disaat bahagia dan lagi jaya. Sesungguhnya hanya Allah tempat kembali.
Kemudian ada beberapa laki-laki yang mengungkapkan perasaanya dan aku menolaknya karena aku ingin istiqomah dan menjauhkan kata pacaran tapi hampir 3 tahun aku menjomblo dan akhirnya aku kemasukan rayuan setan yang menggoda yaitu aku ditembak sama seseorang dimedia social yang orangnya selalu ada,peduli,penyabar saat aku selalu menolaknya dia tetap menunggu jawaban penerimaan dariku dan hampir 3 bulan lamanya dan akhirnya aku menerimanya padahal aku masih suka sendiri dan ingin mepertahankan hatiku dari yang namanya cinta.
Aku masih enggan untuk mencintai
Dan aku masih enggan untuk dicintai
Akupun menerimanya tapi… memang benar sesuatu yang tak kita yakini benar akan berakhir dengan cepatnya hampir 2 bulan aku mencoba menjalaninya tapi hatiku tetap menolak yang namanya cinta dari sang makhluk ciptaan-Nya. Aku merasa Allah sangat mencintaiku karena Allah selalu mencegah aku untuk mencoba lebih jauh lagi,Allah selalu membuatku resah akan pilihan salah yang aku jalani,saya pernah membaca sebuah kalimat “jika kamu tidak pacaran sampai saat ini berarti Allah sayang denganmu karena sampai saat ini masih menjomblo ” yang artinya Allah tak ingin aku jatuh kedalam kesengsaraan nantinya
Terimakasih yaa Allah karena telah menunjukiku jalan lurusmu.
Inilah keputusan yang ku ambil saat para lelaki mengungkapkan perasaan cintanya kepadaku yaitu dengan mengatakan “maaf…Ma fi qalbi ghairullah” yang artinya tiada di hatiku selain Allah” penolakan yang baik yang kata itu yang selalu menguatkanku untuk menolak sesuatu yang mendekati zina, sebagaimana Allah pernah berfirman : Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” ( Al –Isra’ : 32 ),
aku akan merubah jawabanku apabila Allah telah mengizinkan ku untuk mengenal cinta dengan makhluk-Nya karena cinta yang sebenarnya dikenali saat kita sudah menikah.
Bahwa yang kita tahu Allah adalah  pemilik semua yang ada di langit dan dibumi,sebagaimana dalam QS 3.Ali 'Imran:109

وَللَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلأَْرْضِ وَإِلَىٰ ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلاُْمُورُ

"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan."
Maka Yang harus kita cintai dan yang kita kagumi hanyalah Allah SWT.biarkan hati ini untuk selalu mencintai-Mu ya Rabb  dan tidak ada yang lain selain Engkau  “MA Fi Qalbi Ghairullah “ J

The End…

Share:

Jumat, 13 Mei 2016

Laut Juga Bisa Marah


Karya : Icha Yulia Putri

Daratan dan lautan bersatu menjadi satu,menciptakan keindahan yang luar biasa...
Kicauan burung yang merdu dengan derasnya suara ombak bersatu menjadi irama yang begitu indah jika telah didengar oleh telinga manusia,seperti halnya seorang putri anak dari Raja dan Ratu lautan ini....membuatnya duduk di tepi pantai dan mendengarkan irama yang merdu dari kicauan burung dan derasnya ombak....

Tapi lain halnya dengan seseorang yang juga berada ditepi pantai,dia tidak menyukai suara burung dan suara ombak,dia menganggap suara itu hanyalah sebuah suara yang tidak memiliki irama bagaikan petir yang menyambar disaat hujan yang sangat membisingkan telinganya...

"Prajurit..." panggil orang itu dengan bentakan.
"Ya pangeran"
Dia adalah seorang pangeran,anak dari Raja dan Ratu Darat,dia adalah seorang pangeran yang buruk akhlaknya berbeda dengan Putri Laut yang akhlaknya terpuji yang kebaikannya telah terkenal dari Laut sampai di Darat.
"Bunuh burung- burung yang berkicau itu" dengan mununjukan burung yang dia maksudkan.
"Tapi Pangeran,burung itu adalah makhluk darat"
"Patuhi saja perintahku,burung itu hanyalah hewan yg tinggal di darat sedangkan aku seorang Pangeran pemilik daratan di bumi ini"
Prajurit itupun mematuhi perintah dari sang Pangeran yang sombong itu karena jika tidak dilakukan mungkin hidup prajurit akan ada diambang kematian.

Saat panah prajurit itu mengenai dada si burung,sang Putri Laut pun melihatnya dia berlari dan meraih burung yang terluka itu...
"Kasihan sekali burung ini,sungguh kejam prajurit ini menyakiti makhluk yg tinggal ditempat mereka" sambil melihat dada burung yang terluka.

Sang Putri pun mencoba mengobati burung itu tapi luka burung tersebut terlalu dalam jadi sulit ntuk disembuhkan,Putri pun menghampiri prajurit yan memanah burung itu.
"Sungguh kejam engkau prajurit tak seharusnya engkau membunuh sang burung yang juga tinggal bersama mu di darat"dengan nada marah.
"Ma..af Putri Laut,saya hanya melakukan itu karena perintah dari Pangeran kami"
"Cihh...Pangeran apa dia,sungguh tak punya rasa kasihan".

Tak disangka sang Pangeran berada di belakang sang Putri.
"Apa kau bilang aku pangeran yang tak punya rasa kasihan" dengan nada suara yang mengelampaui batas.
"Memang iya bukan" jawab sang Putri.
"Bukan aku yang tak punya rasa kasihan tapi burung itulah yang tidak punya rasa kasihan,karena membuat gendang telinga ku pecah"
"Dasar aneh,semerdu itu suara burung itu apa kau tak mendengarnya,haa"
"Tidak" jawab sang Pangeran yang pergi menjauh.

Sang putri pun mengoceh tak menentu,Sampai di Istana Laut pun sang putri tetap mengoceh,membuat Ratu pun curiga dengan ocehan putrinya.
"Ada apa anak ku"
"Ehh bunda,tidak apa-apa bunda" jawab sang putri.
"Jangan bohong begitu,kamu saja mengoceh dari tadi,ada masalah apa sih nak?" tanya sang Ratu lagi
"Ini lo bunda,aku kan tadi pergi ke darat terus aku melihat salah satu prajurit memanah burung yang sedang berkicau merdu,begitu sedihnya aku bunda mlihat burung itu terjatuh dengan panah yang tertancap di dada nya,bunda tau siapa yang menyuruh prajurit itu membunuh burung itu"
"Siapa nak" sambil mengangkat alis.
"Pangeran Darat,bunda...sungguh benar  perkataan orang-orang itu bahwa Pangeran Darat itu akhlaknya buruk bunda,aku saja tidak ingin melihatnya bunda"
"Ya Pangeran itu memang salah tapi kamu jangan sampai membuat gara-gara dengannya,dia adalah Pangeran Darat dan kita telah lama bersahabat,jangan sampai hubungan kita hancur begitu saja"
"Tapi bunda dia sungguh Pangeran yang tidak baik"
"Dengarkan kata-kata bunda,nak tempat mereka lebih besar dari tempat kita jadi kita harus mengalah" dengan nada membujuk.
"Tidak bunda,kita ini Laut dan Laut bisa mengalahkan Daratan,ingat itu bunda"
"Tapi nak jika kita masih bisa damai kenapa harus memilih berperang,ya kan?"
Putri pun mengangguk dan mengerti maksud perkataan sang Ratu.

Sama hal nya dengan sang Putri,Pangeran pulang ke kerajaannya dengan wajah yang padam memendam emosi terhadap sang Putri Laut.
Tiba-tiba saja sang Raja pemilik daratan memghampiri Pangeran yang sedang marah "Kenapa anak ku?"
"Tidak ada ayah"dengan nada datar.
"Jujurlah pada ayah mu ini,ada masalah apa?".
"Jika aku memberi tahu ayah apa yang terjadi, apa ayah akan melakukan sesuatu yang membuatku senang?"
"Tentu saja anak ku,ayo ceritalah".
"Ayah janji pada ku?" tanya sang Pangeran.
"Iya nak,ayah janji" jawab sang Raja.

Sang Pangeran pun mulai bercerita kepada ayah nya pemilik daratan ini,tapi yang dia ceritakan tidak sesuai dengan kejadiannya,malahan dia menuduh sang Putri yang membunuh burung tersebut,mendengar cerita anak nya sang Raja pun mulai marah dan memanggil prajurit untuk menyiapkan kapal untuk menuju ke kerajaan Laut.
Kerajaan Laut sangatlah damai,apalagi kerajaan laut memiliki sang Putri yang sangat cantik baik paras maupun akhlak nya,tapi sayang apa yang terjadi sang Pangeran darat telah mengfitnah sang Putri Laut sehingga Raja Laut percaya dengan fitnah yang telah di ajukan oleh Pangeran Darat,sang Raja Laut pun merasa bersalah karena tidak bisa mendidik putrinya dengan baik Raja Laut pun meminta maaf kepada Kerajaan Darat karena putrinya yang telah membunuh hewan yang tinggal di kediaman Darat.
"Maaf Raja Darat dan Pangeran Darat atas kesalahan putri ku,mungkin dia begitu karena terlalu di manja oleh ku dan istri ku"
Sang Pangeran pun mengoceh tak menentu
"Makanya kalo punya anak jangan di manjain tapi di didik"
"Husss bicara itu yang sopan" bantah sang Raja Darat.
"Tapi ayah..."
"su..sudah jangan di perpanjang lagi masalah nya"
"Ayah sudah janji pada ku bahwa ayah akan melakukan hal yang membuat ku senang"
"Hmm baiklah apa yang kamu inginkan anak ku" kata sang Raja Darat.
"Aku ingin sang Putri berlutut di bawah kaki ku" dengan tertawa terbahak-bahak.
"Apa kamu sudah dengar perkataan putraku Raja Laut?" tanya sang Raja Darat.
"Aku tidak bisa membiarkan putri ku berlutut,dia adalah seorang perempuan,aku tidak ingin anak ku menjadi hina karena telah berlutut" bantah Raja Laut.
"Lihat ayah dia tidak mau menyuruh putrinya untuk berlutut padaku" ucap sang Pangeran
"Kamu tidak mau Raja Laut??" tanya samg Raja Darat.
"Saya tidak mau" dengan suara tegas.
"Baiklah kalo begitu, kamu tau kan bahwa Darat dan Laut bersahabat tapi sekarang persahabatan itu telah putus dan jangan sampai ada warga mu yang mendekati daerah kami,jika ada yang mendekati maka saya Raja Laut tak segan-segan membunuh nya dengan tangan saya sendiri" ucap sang Raja Laut".

Raja Darat dan Pangeran Darat pun meninggalkan lautan.....

Raja Laut pun menghampiri kamar putrinya untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya.
"Ayah.." ucap sang Putri.
Sang Raja hanya diam sambil bertanya-tanya pada hatinya tentang anak nya yang baik hati seperti malaikat ini membunuh...hmm itu tidak mungkin.
"Ada apa ayah?"
"Tidak ada anak ku"
Raja Laut pun berlalu pergi tanpa bertanya kebenarannya kepada sang Putri.
"Ada apa ya dengan ayah,seperti ada hal yang ingin dia tanyakan kepadaku" kata sang putri dalam hati.

Saat perkataan sang Raja Darat semua telah berubah tidak ada lagi kedamaian selalu saja terjadi peperangan yang meninggalkan darah sang prajurit yang tak berdosa.Melihat kejadian itu sang Putri Laut merasa janggal dengan kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya.Sang Putri pun mengahampiri kamar sang Raja.
"Ayah?"panggil sang Putri.
Sang Raja hanya melirik putrinya tanpa menjawab panggilan putri nya.
"Ayah kenapa diam".
Sang Raja sekali lagi tak mengacuhkan pertanyaan putrinya.
"Ada apa ini ayah,kenapa ayah tak menjawab pertanyaan ku,apa aku melakukan sesuatu yang membuat ayah marah?" dengan nada suara yang tertatih-tatih.
"Apa kamu tahu kenapa ayah diam begini?apa kamu tidak sadar dengan kesalahan mu,sungguh aku tidak menyangka putri ku melakukan itu" dengan suara bentakan.
Sang Putri langsung menangis memdengar perkataan ayahnya yang dengan nada membentak yang tak pernah dilakukan ayah nya sebelumnya.
"A..pa ini..ayah,ayah membentak... ku" ucap sang putri
"Ayah membentak mu karena ayah marah padamu'
"Apa..ya..ng a..ku lakukan a..ayah"
"Kenapa kamu membunuh burung yang merupakan hewan darat itu?"
"Apa ayah?" dengan ekspresi penuh tanya.
"Cobalah nak kamu memgerti akan kesalahan mu,apa salahnya kamu mengaku?" timpal sang Raja.
"Sungguh aku tidak mengerti ayah,dari mana ayah mendapatkan cerita bualan seperti itu,dan sungguh aku tak menyangka bahwa ayah juga mempercayai fitnah yang diajukan kepada ku,apa ayah tak mengenal aku lagi" dengan tangisan yang tersedu-sedu.
Raja pun menghela napas akan kebodohan nya karena telah percaya begitu saja terhadap bualan Pangeran Darat.
"Sungguh ayah benar-benar bodoh karena telah percaya kepada Pangeran Darat itu dibanding putri ayah yang tinggal bersama ayah dan tidak mungkin ayah melupakan mu nak,ayah khilaf nak,maaf kan atas keragu-raguan ayah dan bentakan ayah tdi,sungguh ayah benar-benar bodoh anak ku" sanggah sang Raja Laut.
"A....yah tak per..lu meminta maaf yang terjadi biarlah terjadi,kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke esokan nya,yang penting a..yah sudah tau kebenaran nya" kata sang putri yang masih tersedu.

Apa daya sebuah fitnah telah terjadi dan tak dipungkiri bahwa fitnah bisa mendatang kan mala petaka,masyarakat Laut dan masyarakat Darat telah mempercayai fitnah yang di datangkan oleh Pangeran Darat kepada sang Putri Laut.Sekarang nama suci Putri Laut telah hancur akan fitnah yang telah tersebar,karena itulah sang Raja Laut ayah dari sang putri marah dan tak mau diam akan hinaan masyarakat terhadap anaknya sang Putri Laut.

Kemarahan Raja Laut telah datang bersamaan dengan petir yang menyambar dan ombak yang besar yang siap memporandak kan segala yang ada di darat,yang siap menelan darat menjadi lautan.Kemarahan Raja laut telah terasa oleh seluruh masyarakat Darat yang janggal akan kejadian aneh tersebut,begitu juga dengan Raja dan Pangeran Darat.

"Sungguh apa ini ayah,Laut sepertinya marah,tapi apa yang membuatnya marah" ucap sang Pangeran dengan nada kekhawatiran.
"Ntah apa yang terjadi nak,seharusnya kita yang marah bukan mereka yang marah." jawab sang Raja Darat dengan raut wajah kebingungan.

Suara sang Raja Laut telah terdengar sampai ke ujung dunia, kemarahan yang tak terbendung lagi.
"Wahai yang ada di darat sungguh aku marah dengan pemimpin kalian karena telah mempercayai kata anak laki-laki nya,apapun yang akan terjadi hari ini salahkan lah pemimpin kalian"

Buar....buar buar petir telah datang bersamaan dengan ombak besar yang siap menelan daratan...

Beberapa detik telah berlalu...yang tadinya ada daratan yang luas,sekarang yang ada hanya lautan luas yang siap kembali menelan daratan yang kecil yang berada di tengah-tengah lautan.
Sang Putri Laut pun berkata kepada manusia yang masih tertinggal di Darat yang tak sempat di telan oleh Lautan "Jangan pernah mengfitnah seseorang yang baik akhlaknya karena akan ada akibatnya bagi seseorang yang mengfitnah ,bahkan akibat nya juga berdampak bagi orang-orang terdekat si pengfitnah...dan ingatlah Laut Juga Bisa Marah"

Cerita pendek ini hanyalah sebuah cerita fiksi yang saya tulis untuk memberikan hiburan dan sedikt pembelajaran bahwa kita tidak boleh bersifat sombong,siapapun kita baik kita seorang pemimpin yang dikenal banyak orang, jangan pernah sombong akan jabatan,harta,ataupun kepemilikan lainnya dan jangan pernah mencoba menutupi kesalahan denga mengfitnah seseorang yang tidak pernah melakukan hal tersebut apalagi jika yang di fitnah itu adalah hamba kesayangan allah maka siap-siap untuk mendapatkan Azab yang pedih.

Sekian......
Dan salam hangat dari penulis :-)
Share:

"A MOTHER IS A HERO"





Karya :IYP

........    .........    ..........
Saat sang raja pagi
Telah menampaki diri
Aku tetap tertidur pulas
Dengan bantal berisikan kapas yang lembut
Yang membuatku tetap betah
Walaupun sinar sang raja pagi menganggu ku

Satu jam telah berlalu...
Aku tersontak kaget dan langsung bangun dari tempat tidurku,kulihat jam telah menunjuki jam 07:05,aku merasa jantung terasa terhenti karena aku bangun jam segini,cepat-cepat ku ambil handuk lalu berlari menuju kamar mandi.
20 menit telah berlalu...
Aku sudah siap-siap untuk pergi kesekolah walaupun aku tahu sisa waktu ku tinggal 5 menit,segera ku berlari menuju jalan raya,aku tak memakai motor ke sekolah seperti teman-teman yang lain aku hanyalah seorang anak yang pergi ke sekolah dengan mengharapkan tebengan dari teman yang lain.Namun saat ku berdiri di jalan raya tak seorang pun teman-teman satu sekolah ku yang lewat.
Ku tatap jam biru kecil ku,jam sudah menunjukkan jam 07:32 aku tak bisa menunggu lagi kuputuskan untuk pergi bersama tukang ojek.
Saat itu pula seorang ibuk-ibuk mengantarkan seseorang yang sudah lanjut usia dan tehenti di depan ku.Nenek itu pergi berlalu dengan memberikan uang Rp.5000 pada sang ibuk.Tersontak aku kaget bahwa ibuk ini adalah tukang ojek.Ia pun menawari jasa antar kepadaku tersontak aku mengangguk pelan.
Saat motor telah di lajukan ibuk itu yang telah berumur sekitar 45 tahun mengajakku untuk berbincang.Aku tak habis pikir bahwa bahan pembicaraan ibuk ini adalah tentang anaknya. "Ibu punya seorang anak sekarang dia sudah kuliah" ucap ibuk yang kemudian terhenti.
Aku tersontak kaget dengan apa yang ibuk katakan tadi bahwa anaknya sekarang kuliah...waahh aku tidak menyangka bahwa masih ada ibu yang bekerja seperti ini yang hasilnya tidak seberapa tapi bisa menguliahi anaknya...
"walaupun ibuk hanya tukang ojek kayak gini..tapi alhamdulillah anak ibuk masih bisa kuliah dengan uang hasil kerja ibuk ini."sambungnya
"Anak ibuk kuliah jurusan apa?" bertanya dengan hati bergejolak ingin tahu.
 "Hmm..anak ibuk kuliah jurusan Kebidanan"
"Waaahh hebat sekali ibuk..bukannya kuliah Kebidanan itu sangat membutuhkan uang buk?"

Tak ku dengar jawaban ibuk dia tetap melajukan motornya dengan kecepatan maksimum,ntah apa yang dipikirkan ibuk sampai-sampai tak menjawab pertanyaanku tadi.
"Memang butuh biaya besar walaupun ibuk cuman bisa jadi tukang ojek tapi jangan salah walaupun gaji ibuk tak seberapa tapi jika ditabungkan selama satu bulan alhamdulillah hasilnya juga lumayan,ibuk kan memiliki waktu 6 bulan untuk mengumpulkan uang untuk biaya tiap semester anak ibuk,kalaupun hasil tabungan ibuk kurang terpaksa ibuk meminjam kepada sanak saudara ibuk"

Aku lalu terdiam dengan jawaban ibuk yang membuatku merasakan bahwa seorang ibu adalah pahlawan bagi anaknya ,seorang ibu rela melakukan apapun itu demi kebahagiaan anak tercinta nya.Sungguh aku merasakan bahwa aku tak kan bisa membalas apa yang telah diberikan ibu kepada ku begitu juga anak dari ibuk tukang ojek ini yang Sangat luar biasa bagiku,akankah aku dan anak-anak di dunia ini bisa membalas jasa atas apa yang dilakukan ibu kami...sungguh saat ini aku merasa menyesal karena belum bisa menjadi anak yang baik untuk ibuku sendiri.

"Nak" ucap ibuk yang sudah tak lagi melajukan motornya.
"Aa iya buk" dengan nada terkejut.
"Sudah sampai nak"
"Oooh iya,trimakasih buk" ucap ku dengan senyuman lalu memberikan ibuk ini uang Rp.4000.
Ibuk itu pun membalasnya dengan anggukan dan senyuman.

Aku pun menatap di depan ternyata,yaaaa... aku terlambat,akhirnya aku pun akan mendapatkan hukuman
"Heiiii cepat-cepat baris disini" ucap seorang guru yang menunjuk ke arah dekat pagar yang tertutup yang membuat pikiran ku guyar ntah kemana.
"Aaa iya pak" dengan berlari menuju tempat yang ditunjuk bapak tadi,lalu berbaris di barisan ke dua,hal ini lah yang tidak aku cemaskan karena masih ada yang terlambat selain aku,jadi aku merasa aman jika kena hukum bersama-sama dari pada sendiri.

Karena ini adalah hari Senin berarti ada 
upacara bendera,aku hanya berbaris dan bepikir akan yang aku temui tadi.
"Aku saja begini mana bisa aku membalas jasa ibuku" ucapku dalam hati.
Mataku terasa belinang-linangan dengan air mata aku tersontak ingin menangis jika aku memikirkan apa saja yang dilakukan ibuku untukku,seorang ibu itu memang pahlawan tak bisa hanya diucap oleh kata-kata belaka,seorang anak pasti bisa menggambarkan seorang ibu di hatinya,seperti halnya ibuk yang aku temui tadi itu lah salah satu seorang pahlawan dari Berjuta-juta pahlawan di dunia ini termasuk ibuku yang juga pahlawan bagiku.
"Aku berjanji akan menjadi anak yang baik untuk mu ibu walaupun aku tak bisa membalas jasa mu tapi aku akan selalu baik padamu" ucapku dalam hati.

"Hei yang terlambat ayooo pilih sampah disana..terus disana..lalu lihat dipojok sana banyak sekali sampah,ayo pilih semua sampah, jika sudah bersih baru kalian boleh masuk ke kelas tapi kalo belum kalian belum bisa masuk ke kelas,mengerti....?" ucap bapak guru yang dengan nada meninggi sambil menunjuk-nunjuk tempat yang harus dibersihkan.
Tersontak kami yang terlambat mengucap mengerti secara bersama-sama.
"Sungguh aku tak ingin terlambat lagi" ucapku dalam hati dengan rasa penyesalan,lalu berlalu pergi dan memungut sampah yang bertebaran..

The End
Share:

Kamis, 28 Januari 2016

“Quran Kecil Untukmu”




Karya :Icha Yulia Putri
          
      Adzan shubuh telah di kumandangkan,sudah saatnya untukku sebagai seorag laki-laki untuk segera menuju ke rumah allah.
“Azis…zis” ucap tetanggaku.
“aa..iya Dul,mau ke Mesjid juga?”
“iya zis,maka dari tu saya manggil kamu,agar sama-sama kita ke Mesjid”
“ooo ok ok,ayo jalan,sudah mulai khomat ni”
“ayo..”
Saat shubuh telah menyingsing,digantikan dengan waktu dhuha,saya pun mengambil waktu istirahat kerja untuk melaksanakan sholat yang di anjurkan oleh Rasululllah,tak di sangka saat saya masuk ke tempat ibadah yang telah disediakan oleh kantor untuk pekerja yang beragama islam,saat saya melewati pintu saya melihat seorang wanita yang sedang melaksanakan sholat dhuha dengan khusyuk,begitu khusyuk nya saat ia bersimpuh memohon kepada allah,dia meneteskan air mata,saya pun berpikir ntah hal apa yang membuat ia meneteskan air mata seperti itu.
            Tapi apalah daya ku,jika hendak mau ibadah tak boleh menunda-nunda apalagi menunda karena penasaran dengan tangis seseorang yang tidak di kenal,saya pun langsung melaksanakan sholat dhuha tanpa bertanya terlebih dahulu pada waita tersebut.
Untaian do’a telah saya sampaikan kepada allah,hanya tinggal berusaha dan bertawakal akan do’a yang saya sampaikan tadi.Saat saya selesai berdo’a,tak saya kira bahwa waita tadi belum juga selesai dalam do’a nyayang khusyuk tersebut.Saya pun semakin penasaran akan perasaannya sampai-sampai do’a nya,dari saya sholat sampai saya selesai berdo’a belum juga selesai.
Telah tampak oleh ku wanita itu yang telah selesai dalam do’a nya.
Air mata yang mengalir di pipi nya
Telah terhapuskan akan kain putih yang ia bawa sholat
Tampak olehku mata yag sembam
Raut wajah yang penuh dengan kebimbangan
Hendak aku ingin mendekat
Untuk mengajukan untaian pertanyaan
Tapi sontak lidah ku tak bisa mengutarakannya
Karena tak ku sangka
Seorang wanita yang khusyuk beribadah
Saat ia melepas kain putih yang menutupi saat ia sholat
Begitu terkejutnya aku
Bahwa kepalanya tak ditutupi oleh selendang
Tampak rambut yang bergerai
Sepanjang bahu
Sontak membuatku tak jadi bertanya
            Saat itu juga niatku untuk bertanya hilang dan melupakan wanita itu, aku  pun menuju ke ruangan kerja ku,terdengar seorang wanita memanggil-manggil seseorang tanpa nama,tersontak aku melihat ke belakang,ternyata wanita itu adalah wanita yang melaksanakan sholat dhuha tadi.
“Pak…pak” teriak wanita itu.
“Ya…anda memanggil saya”.
“Iya pak,maaf sebelumnya karena saya telah berteriak seperti itu”.
“Tiidak ada apa-apa,maaf anda ada urusan apa ya dengan saya?”
“Ini pak” dengan menyodorkan dompet kulit yang berwarna coklat tersebut”
“Ha..ini kan dompet saya” dengan ekspresi yang penuh tanya.
“Ooo berarti dugaan saya benar,saya menemukannya di tempat ibadah dan saat melihat dompet tersebut,saya juga melihat bapak di pintu keluar dan berlalu pergi,sontak saya mengejar bapak,dan memanggil bapak dengan berteriak”
Tidak ku sangka wanita ini tidak hanya khusyuk dalam beribadah tapi juga hatinya yang penuh dengan kebaikan.
“pak” panggil wanita itu
“pak..” panggil wanita itu kembali
“ah..iya,kamu bilang apa tadi?”
“aaaa…tadi saya bilang”
“ooo saya baru ingat” potong ku dengan sedikit galagapan
“terimakasih ya,karena telah mengembalikan dompet saya ini” timpalku
“iya sama-sama pak,bukankah setiap muslim harus saling menolong”
“hmm iya benar,pokoknya saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih,o iya saya belum mengetahui nama kamu siapa”
“nama saya Zahra Rahmawati,bapak boleh manggil saya Zahra” dengan senyuman tipis di wajahnya.
“hmm Zahra,nama yang bagus,perkenalkan nama saya Azis Al Sidiq,Zahra bisa manggil saya dengan sebutan Azis”
“a..iya pak Azis”
“tidak usah nama panggilan saya di depannya di tambah sebutan pak,cukup Azis saja,toh saya tidak tua banget,hehehe”
“hehehe,iya pak..upss i..ya A..zis” jawab Zahra dengan gelagapan.
“hmm..karena kamu telah melakukan kebaikan kepada saya,saat makan siang nanti saya akan menaktir kamu makan,gimana?gak menganggu kan?”
“saya melakukannya ikhlas kok,gak harus dibalas juga,Zahra orangnya gak suka pamrih,jadi gak usah lah,saya bisa makan di kantin aja, kan kantor ini juga menyediakan kantin bagi pegawai nya,gak kok Zis”
“hmm ok,anggap aja ini hanya sebuah taktiran karena kita baru kenalan bukan karena Ra menolong Zis tadi,bisa kan?”
“mmp..ok lah”

Inilah waktu yang di tunggu-tunggu oleh seorang Azis Al Sidiq waktu dimana ia akan makan siang di Restoran bersama Zahra yang membuatnya tadi pagi penasaran akan hal yang Zahra tangisi tadi..
“silahkan duduk” ucap Azis
“mm..iya”
Mereka pun memesan makanan sesuai selera mereka,saat mereka menyelesaikan makan siang mereka,Azis pun memberanikan diri untuk bertanya pada Zahra akan hal yang ia tangisi.
“Ra,Zis boleh Tanya sesuatu’
“i..ya boleh,apa itu Zis?”
“tadi di saat dhuha aku melihat mu berdo’a sambil menangis tersedu-sedu sangat lama sekali,sehingga membuatku penasaran akan hal yang kamu tangisi sampai selama itu,maaf jika itu termasuk urusan pribadi mu,jika kamu tidak mau menjawabnya tidak apa-apa”
“iya..tidak apa-apa Zis,yang membuatku menangis itu di karenakan aku masih bimbang akan permintaan terakhir dari ibuku”
“permintaan seperti apa yang di ajukan ibumu kepadamu,sampai-sampai membuatmu bimbang untuk melakukannya”
“ibuku memintaku agar aku memakai jilbab,tetapi aku belum siap untuk melakukannya”
“Zahra memakai jilbab tidak perlu kata siap atau tidak,karena memakai jilbab adalah kewajiban setiap wanita,sebenarnya ibumu sudah terlambat menyuruhmu untuk memakai jilbab,tapi apalah daya ku,aku bukan Allah yang bisa menentukan terlambat atau tidaknya seseorang untuk berubah menjadi yang lebih baik,jadi lebih baik kamu segera menutupi aurat mu”
“tapi Zis,Ra sedikit ragu tuk melakukannya”
“alasan apalagi yang membuatmu ragu,selain dari kata belum siap?”
“aku takut pegawai kantor yang lain bertanya-tanya tentang perubahanku atau jangan-jangan mereka akan menertawakanku”
“tunggu sebentar Zahra,aku akan kembali dengan membawa sesuatu yang membuatmu yakin dan merasa bersalah karena telah ragu akan berhijab”
“Azis mau kemana”
“tunggu sebentar Ra,aku akan kembali,tunggu saja”
Dengan berlari Azis pergi ke tempat yang ia akan menemukan sesuatu yang tak kan membuat Zahra ragu akan permintaan ibuya.
10 menit kemudian…Azis kembali ke restoran yang mana Zahra menunggu kedatangannya,Azis membawa sebuah kantong lalu menyodorkannya pada Zahra.
“apa ini” sambil menatap Azis.
“lihatlah apa isinya”
Kemudian Zahra membukanya,dia pun bertanya-tanya didalam hati
“kenapa Azis memberiku Al-Quran kecil,maksudnya apa”
Zahra pun tersontak kaget akan perkataan Azis yang menjawab pertanyaan dari hati Zahra.
“yaa itu adalah Quran kecil untukmu,itulah sesuatu yang tidak akan membuatmu ragu lagi untuk melaksanakan permintaan ibumu”
“dengan apa Al- Quran ini akan membuatku memakai hijab?’
“bukalah Al-Quran itu dengan bismillah lalu lihatlah surat An-Nur ayat 31”
Zahra pun mencari surat An-Nur ayat 31 lalu menjumpai suratnya.
“aku menemukan suratnya”ucap Zahra
“bacalah terjemahan suratnya”jawab Azis
Zahra pun membacanya,terjemahan surat tersebut berisikan.
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhisannya kecuali yang biasa Nampak dari padanya.Dan hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke dadanya”
Wanita yang berada di depanku ini matanya mulai berlinang.Aku hanya ingin membuatnya sadar bahwa berjilbab itu wajib bagi seorang wanita walaupun itu akan membuatnya menangis dan menyesal itu aku lakukan demi kebaikannya sendiri.
“apalagi yang kamu ketahui Azis”dengan suara yang menahan tangis
“aku pernah membaca sebuah cerita tentang Imam Ali dengan Rasulullah,pada saat itu Imam Ali as berkata’saya dan Fatimah menghadap Rasulullah dan kami melihat beliau dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan mereka pun berkata pada beliau’Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu,apa yang membuat anda menangis,tersedu-sedu’ucap Ali.Rasulullah bersabda “wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit,aku melihat wanita-wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka.Oleh karena itu,sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka ,aku menangis’.Itulah salah satu yang aku ketahui,masih banyak lagi dalil-dalil mengenai wajibnya wanita memakai hijab” jawab Azis.
            Azis pun berhenti bicara tampak olehnya wanita itu menahan tangis yang luar biasa.
“keluarkanlah semua yang ada dihatimu,jagan ditahan karena itu akan menimbulkan penyakit hati yang mendalam,keluarkan semuanya,menangislah sepuasnya”
Zahra pun menuruti perkataan Azis,ia menangis sejadi-jadinya,air mata terus mengalir di pipinya.
“Sungguh bodohnya aku Azis karena ragu akan perintah Allah,aku malu Azis karena tahu baru sekarang, itu pun karena aku jarang membaca Al-Quran,aku lebih sering sholat dari pada mengaji,lihatlah apa yang aku lakukan selama ini aku akan sama seperti wanita yang dilihat oleh Rasulullah yang mendapatkan azab yang pedih,sungguh dosa besar yang telah aku perbuat”
Zahra pun berlari sambil menagis,ia menutupi kepalanya dengan tas berwarna silver yang ia pakai tadi.
“mungkin penyesalan telah ia rasakan sekarang ini,mudah-mudahan besok ia telah berubah menjadi wanita yang sholehah dengan lilitan jilbab yang menghiasi kepalanya”
Pagi telah datang bersamaan dengan harapan Azis akan Zahra,apakah ia telah berubah,yang benar saja seorang wanita yang tampak beda dengan lilitan jilbab putih yang menutupi hal yang sesungguhnya tak terlihat,wajahnya terlihat begitu cantik,anggun dengan pakaian tertutup sungguh dia seperti bukan Zahra yang aku kenal kemaren.
“Assalamu’alaikum”ucap Zahra
“Wa’alaikum salam” jawab Azis
Azis menatap Zahra tanpa henti,membuat Zahra salah tingkah,Zahra pun mencoba menghentikan pandangan Azis dengan berkata “jagalah pandangan mu Azis karena aku bukanlah istrimu yang sesuka hatimu untuk kamu pandang”
“astaghfirullah sungguh aku tak sengaja Zahra,engkau telah membuatku terpesona akan perubahanmu”
Zahra hanya tersenyum mendengar perkataan Azis.
“Ra,aku tahu bahwa kita baru kenal kemaren,tapi sungguh aku tidak mau mendapatkan dosa karena aku selalu memandang yang bukan mukhrim ku,oleh karena itu mau kah engkau mencegah agar aku tak mendapatkan dosa itu”
“apa yang harus aku lakukan Zis”
“cukup engkau menjawab iya”
“iya untuk apa”
“untuk setuju aku menikahimu”
“Zahra pun tersenyum lalu mengangguk pelan”
“apakah iya” Tanya Azis
“iya,aku setuju”

Besoknya mereka pun menikah…itu dikarenakan Azis tidak mau lama-lama karena itu akan membuatnya khawatir akan dosa yang akan menimpanya  nantinya.Mereka pun menikah dengan sederhana,ucapan terimakasih yang tidak henti-hentinya Zahra ucapkan kepada suaminya karena telah memberikan Al-Quran kecil yang membuatnya sadar akan kewajibannya bagi seorang wanita untuk menutupi aurat dengan memakai hijab.

#the end
Share:

Kamis, 21 Januari 2016

"Jilbab Mu Menjadi Jilbab Ku"




Karya :Icha Yulia Putri

       Sepoi sepoi angin menyejukkan hatiku apalagi melihat keanggunan sahabatku yang satu ini dengan lilitan jilbab yang panjang menutupi yang seharusnya tak terlihat.Wajahnya cerah karena sering berwudu',Pakaiannya rapi dan tubuhnya ditutupi oleh pakaian yang panjang hanya telapak tangan dan wajah saja yang dapat kulihat,tak pernah kulihat sahabatku ini tidak berjilbab walaupun aku sering kerumahnya tapi kepalanya selalu dilapisi dengan jilbab.
      Aku selalu iri dengannya andaikan aku bisa sepertinya tapi keadaan ku lah yang membuatku tak bisa menuruti langkah sahabatku untuk melaksanakan perintah allah yang satu itu yaitu berhijab.Aku adalah anak basket dan aku sebagai kaptennya tidak mungkin seorang kapten memakai jilbab,karena menurutku itu lucu,aku tidak mau dijadikan bahan ketawaan.Dan aku pun membiarkan keirianku pada sahabatku itu tumbuh didalam hatiku ntah jadi apa dia kelak nya.

Jam 14:30 aku ada pelatihan basket dan saat ini istirahat tak kusangka diujung taman kulihat sesosok sahabatku yang islami itu yaitu Marwah.

"Marwah....???" panggilku dengan sedikit berteriak.
Marwah pun menatap pada asal suara yaitu dilapangan basket.
"Iya Safa,ada apa?" dengan menghampiri Safa.
"Nanti aku ke rumah kamu ya????".
"Iya Safa,tapi ada apa Fa?".
"Biasa pengen curhat"
"Curhat tentang Rio lagi ya?" dengan sedikit tertawa.
"Husss jangan-jangan kuat-kuat Marwah ntar kedenger sama anak basket yang lain"
Marwah pun tertawa kecil sambil mengangguk.
"Oya Marwah pulang dulu ya Fa,soalnya ada urusan ni"
"Hmmm yaudah Marwah gak papa kok soalnya aku latihan basket waktunya agak ngelenceng jauh dari waktu biasanya,jadi mungkin aku kerumah Marwah sekitar jam lima sorean,jadi siapin aja makanannya ya!,hehehe"
"Iya Safa,aku pasti buatin kok,yaudah aku pergi dulu ya,assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
Langkah kaki Marwah sudah mulai menjauh dari pendengaranku,kuharap dia pulang dengan selamat.

*****
Latihan basket pun selesai...
Setelah Safa selesai latihan basket bersama groupnya,dia pun langsung pulang dan mulai membersihkan diri,agar ia tetap cantik,bersih dan wangi saat tiba dirumah Marwah.Entah kenapa dia selalu iri dengan Marwah dan ingin tampil lebih baik dari Marwah walaupun tidak harus tampil seperti Marwah dengan lilitan jilbab.
"Kini saatnya berangkat,tunggu dulu......
Akupun mengendus-endus badanku,oh sudah wangi,tampilan sudah ok,saatnya berangkat." dengan wajah yang ceria.

Saat motor matic ku telah ku lajukan sekitar 20 memit motor matic ku pun berhenti,ya ditempat tujuan rumah Marwah,rumahnya agak lumayan besar dengan pembantu wanita dua orang,satu pria,satu supir dan satu satpam,bayangkan saja besarnya jika dilihat dari pekerja didalam rumahnya.Marwah adalah anak yang cukup terpandang walaupun sahabatku ini terpandang tapi dia tidak pernah sombong dengan yang dia punya,itulah yang membuatku menyukainya sebagai sahabat.Kondisi ku tidak jauh dari kondisinya Marwah,aku juga anak yg berpunya dalam materi tapi walaupun begitu aku lebih suka melakukan sesuatu dengan sendiri tidak seperti anak kaya lainnya yang menggunakan kekayaan orangtuanya untuk popularitas dengan diantar supir lah,shopinglah,bahkan setiap minggu ngadain party.Dari semua kehidupanku dan Marwah hanya itu kesamaan yang baru aku ketahui bahwa kami tidak suka memamerkan kekayaan orangtua.

Tadi aku pergi dengan wajah ceria tapi saat telah datang ditempat tujuan wajah ku berubah murung.
Karena memdengar jawaban bibi pembantunya Marwah bahwa Marwah tidak ada dirumah.
"Aku dan Marwah telah membuat janji tapi kenapa dianya yang gak ada" mengonceh tak menentu.
Bibi pun ikut bicara "Hmmm mungkin non Marwah lupa non"
"Iya mungkin bi,yaudah deh bi,Safa pulang dulu,ntar kalo Marwah udah pulang bilangin ya bi kalo Safa tadi kesini"
"Ya non Safa" .

Sepulang dari rumah Marwah aku mengonceh tanpa henti smapai-sampai air liur didalam mulutku kering.Aku pulang dengan rasa kecewa,sampai waktu tidur pun datang rasa kecewa masih melekat dalam hatiku sampai aku terlelap.

Langit yang tadi gelap kini telah menjadi putih
Tadinya malam hanya diterangi cahaya bulan dan bintang
Tapi kini telah diterangi dengan sibesar matahari
Cahayanya menyilaukan diwaktu pagi
Yang menerobos masuk melawan jendela kamar
Yang membuatku terjaga akan cahayanya
Yang membuatku memenjamkan mata akan silaunya
Dan yang membuatku gelisah karena panasnya
Selamat datang cahaya pagi
................

Huahhhhhhhhhh.....aku merasa masih mengantuk ingin rasanya aku tidur kembali tapi teringat akan Marwah,membuatku ingin Menemuinya secepat mungkin untuk mengetahui kenapa dia tidak menetapi janji pertemuan kemaren denganku,memikirkannya sudah membuatku geram.
Cepat-cepatku bersiap untuk menuju kesekolah menengah atas yang dimana tempat aku beraekolah.

**********
Dengan tergesa-gesa aku menuju kelas dan mempercepat langkahku saat aku telah sampai di kelas,dan melihat sekitar dalam kelas tidak menemukan gadis yang berjilbab itu,dan melihat bangkunya masih kosong,hmmm mungkin dia belum datang,awas kalo udah datang (dengan nada kesal).

Bell sekolah sudah berbunyi tapi belum kulihat juga wajah sahabatku itu,rasa marahku telah berubah jadi rasa takut,takut bahwa terjadi apa-apa pada sahabat ku.Akupun memilih duduk di bangku Marwah sambil menunggu kedatangannya mana tauan dia datang terlambat (sambil tersenyum).

Sekarang sudah jam istirahat tapi kenapa dia juga belum datang,smsku juga gak dibalas,uuuuhhh anak yang satu ini bikin aku cemas aja,waktu istirahat kupilih untuk tetap duduk dikelas masih dibangkunya Marwah,dari pada tidak ada kerjaan lebih baik mencoret-coret saja,saat ini aku mulai menulis didasar meja Marwah yg bertuliskan isi hati seorang Safa yang isinya :
" Marwah lo dimana,aku pengen tanggung jawab dari kamu karena membatalin pertemuan kita,aku kemaren dirumah kamu tapi kamu gak dirumah,Marwah kamu kemana??????? Kenapa kamu gak datang hari ini ? kamu sakit? Aku takut kamu kenapa-kenapa?"
Coretan Safa membuat meja Marwah lecet karena curhatan hatinya.

Saat Safa membaca tulisannya dia tertawa sendiri,dia lihat semua dasar meja Marwah hanya ada satu coretan yang panjang yaitu coretan Safa,saat Safa melihat semua dasarnya mata Safa terhenti dibagian sanding meja yang terdapat tulisan kecil yang masih dapat dikenal yaitu tulisan Marwah yang kecil yang masih bisa untuk dibaca,yang tulisannya berisikan : "aku rasa aku jatuh cinta pada Rio".
Saat membacanya Safa merasa hatinya tergores oleh belati yang goresannya menyayat hatinya yang sangat pedih ia rasakan,dia membaca tulisan itu lagi dan lagi seolah tulisan itu salah.

Hatiku tergores oleh belatiku sendiri
Belati yang tak berada ditanganku
Melainkan ditangan sahabatku
Yang menyayat hatiku
Yang terasa perih,perih dan perih

Ingin rasanya ku menangis saat ini juga tapi bell masuk telah bersuara bagaikan suara hati yang memantulkan suara lepas dari sebuah bell sekolah.

***
Setelah pulang sekolah Safa pun pergi kerumah Marwah untuk penjelasan mengenai tulisan kecil di mejanya.Tapi sayang lagi-lagi Marwah tidak ada di rumah,wajah Safa sangat merah padam saat ini antara marah dan sedih.

Seseorang pun menghampiri Safa dengan ekspresi yang sedang bersedih dia adalah Bibi Ati yang bekerja di rumah Marwah.Bibi pun menceritakan yang sebenarnya bahwa Marwah tak ada di rumah karena dia sedang berobat di Rumah Sakit.
“kenapa Bi kenapa?? Kenapa Marwah tidak pernah cerita sama Safa tentag keadaannya,dia bilang kalau Safa adalah sahabatnya tapi buktinya hal sepenting ini saja Safa gak mengetahui…jadi Safa ini sebenarnya siapanya Marwah” dengan suara tersedu-sedu
“Tenang non Safa,non Marwah selalu menganggap non Safa sebagai sahabat sejatinya tak pernah non Marwah tak mengingat non tapi dia hanya tidak ingin non Safa sedih akan kondisinya saat ini”sambil memeluk Safa

Safa menangis karena sedih dan juga penyesalan yang menghantuinya karena pernah marah kepada Marwah akan perasaan yang ia punya untuk laki-laki yang bernama Rio yang juga di cintainyaSafa pun melupakan pertanyaan yang ingin ia utarakan dan kemarahan yang mengebu-gebu tadinya.Karena itu tak ada gunanya,yang terpenting sekarang adalah kondisi Marwah.Tak terbendung akan kesedihan Safa pun pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan sahabatnya.

Tampak oleh ku tubuh yang layu…
Yang masih diselimuti oleh kain tebal
Yang terbentang dikasur sempit
Yang dihubungkan oleh berbagai kabel bermacam warna
Infuse yang masih  terpasang rapi
Dialah sahabatku
Yang masih enggan membuka mata
Yang masih enggan untuk bicara
Yang masih enggan untuk berlari mengejar ku
Ooohhh…sahabatku
Bukalah matamu..bicaralah dan berlari lah
Untuk mengejarku..
Jadilah kuat sepeti dulu
Yang masih membuatku
Menyadari akan pentingnya dirimu disisih ku
Ayooo sahabatku bangunlah dari tidurmu
Jangan menjadi sahabat yang pemalas
Bangunlah,bagunlah sahabatku
Jangan biarkan aku menunggu mu…

“Sudah seminggu aku menunggumu di tempat yang berbaur dengan bau obat,sampai kapan aku mencium obat ini Marwah” sambil memegang erat tangan kanan Marwah.
Terkejut Safa akan jari Marwah yang sedikit mengalami kontraksi..yang kemudian mata nya mulai terpejam.
“Marwah…Marwah” panggil Safa.
Senyuman Marwah telah tampak menghiasi wajahnya yang cantik.
“Ka..pan kamu kesini Fa”Tanya Marwah yang masih lemah.
“kapan?? Seminggu yang lewat”dengan nada yang sedikit kesal
“itulah alasan kenapa aku tak mau menceritakan ke kamu tentang penyakit ku,sedangkan kamu saja marah padahal baru seminggu aku tinggalakan,gimana kalo aku meninggalkan kamu selamanya?”
Tersontak air mata Safa jatuh betubi-tubi tak disangka sahabatnya akan mengatakan sesuatu yang membuatnya sedih.
“ada apa Safa?kenapa kamu menangis”
“siapa yang tidak menangis akan kata-kata yang barusan kamu katakan,aku sahabatmu Marwah,aku tidak mau kamu tinggalkan untuk selamanya,kamu adalah hidupku,aku tak kan rela jika allah mengambilmu dariku”
“huss…kamu gak boleh gitu Safa,setiap manusia pasti menemukan ajalnya,jadi kamu harus rela akan kepergian ku nantinya,karena aku merasa aku tak akan kuat melawan penyakitku ini”
“kamu menyuruhku untuk tidak berkata begitu sedangkan kamu,mendahulukan allah,hanya allah yang tahu kapan manusia itu kan dijemput,kamu kan tidak tuhan yang mengetahui kapan kamu akan pergi,jadi kamu harus kuat jangan pantang menyerah ingatlah ada aku dan orang tua mu yang menunggu mu,jangan patahkan hati kami Marwah”
Marwah pun tersenyum lalu memeluk sahabatnya dengan erat dengan berkata “akan ku coba Safa demi kamu dan orang tua ku’

Beberapa hari telah terlewatkan hari-hari gembira di rumah sakit dengan sahabatku Marwah juga terlewatkan karena sudah saatnya allah melimpahkan kabar menyedihkan untuk ku,sahabatku dan orang tua nya bahwa saatnya perpisahan, untuk selamanya.
Denyutan jantung sang sahabat membuatku terhipnotis lemah karena mendengar denyutan jantung Marwah yang juga mulai-mulai lemah dan mulai memenjam mata sambil tersenyum manis dihadapanku dan orang tuanya.Saat mata telah tertutup saat itu jugalah perpisahan dimulai.
Ruang pasien atas nama Marwah Iskandar penuh dengan suara tangis histeris,pekikkan suara Safa terdengar sampai ujung ruang pasien lainnya,tak ada yang tak kan menangis bila ada seseorang yang disayanginya pergi ntuk meninggalkannya.
Sahabatku pergi meninggalkan sepucuk surat yang berisikan permintaan terakhirnya
“Assalamu’alaikum Safa? Maaf sebelumnya mungkin aku tidak sempat mengajukan permintaan kepadamu,karena aku rasa hidupku tak kan lama lagi,jika aku tak ada lagi disamping mu untuk menghiburmu,ntuk dengar keluh kesahmu,tapi ingatlah masih ada allah yang selalu ada untukmu,curhat lah dengan Allah dengan bersujud kepadanya tuangkan segala yang ada dihatimu.Oo iya Safa aku lupa menyebutkan permintaanku,aku harap kamu menjaga jillab-jilbab ku dengan memakainya dimana pun kamu berada,jangan biarkan jilbabku merasakan kesepian Karena pemiliknya tak ada lagi,sekurangnya jilbab-jilbabku memiliki pengganti dari pemiliknya…aku harap kamu mendengar permintaan terakhirku.Kamu tau kan kalo aku pernah bilang sama kamu bahwa menggunakan jilbab itu wajib bagi setiap wanita,kamu adalah wanita dan kamu adalah sahabatku,aku tidak mau sahabatku nantinya akan mendapatkan siksaan pedih di akhirat nantinya.Jika kamu telah memakai hijab jangan lupa untuk menyempurnakan hijabmu,oke? Aku selalu berdo’a untuk kebaikan mu,jaga dirimu baik-baik dengan hijab mu karena seseorang yang berhijab insya allah akan dijauhi dari mara bahaya,salam hangat Marwah”

Tangisan tak henti-henti dicurahkan,saat duka mendatangi dan saat itu juga perubahan menjumpai,saat sepucuk surat Marwah yang dibaca Safa,saat itu jugalah Safa berubah menjadi wanita yang cantik dengan lilitan jilbab sahabatnya.Seolah-olah jilbab Marwah adalah dirinya yang membuat Safa selalu tenang.
            Terimakasih sahabatku Marwah dengan jilbabmu ini aku merasakan ketenangan jiwa,dengan jilbabmu ini aku bisa berpikir mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang harus ditinggalkan,dengan jilbabmu ini aku merasakan bahwa kamu selalu ada untuk ku.Terimakasih sahabat ku dengan permintaan mu aku tidak lagi merasakan keemburuan menggebu-gebu akan dirimu.Aku berdo’a agar kamu nantinya di tempatkan di syurga Allah,aamiin.

    #the end...
Share: